Analisis Kualitas Pelayanan Sistem Pembayaran Langsung Direrktorat Jenderal Sarana dan Prasarana Pertanian

Authors

DOI:

https://doi.org/10.31334/wb4x9r82

Keywords:

Kualitas pelayanan, Pembayaran langsung (sistem LS), Kementerian Pertanian, Pelayanan publik

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan Sistem Pembayaran Langsung yang diterapkan di Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. Sistem Pembayaran Langsung merupakan mekanisme pembayaran yang bertujuan untuk mempercepat penyerapan anggaran dan meningkatkan efisiensi pelaksanaan kegiatan. Namun, dalam implementasinya, masih dijumpai berbagai kendala yang mempengaruhi efektivitas dan kepuasan pengguna layanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, serta studi dokumentasi terhadap pegawai internal dan stakeholder eksternal yang terlibat dalam proses pembayaran langsung. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif, yang berfokus pada lima dimensi utama kualitas pelayanan menurut model SERVQUAL, yaitu: tangible (wujud fisik), reliability (keandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), dan empathy (kepedulian). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi reliability dan responsiveness merupakan aspek yang paling banyak mendapat keluhan dari pengguna layanan, seperti keterlambatan dalam proses verifikasi dokumen dan kurangnya kejelasan informasi prosedural. Di sisi lain, dimensi tangible dan assurance relatif memuaskan karena didukung oleh infrastruktur sistem informasi dan kompetensi SDM yang memadai. Faktor internal seperti beban kerja pegawai, serta faktor eksternal seperti ketidaksesuaian dokumen dari satuan kerja, juga turut memengaruhi kualitas pelayanan pembayaran langsung secara keseluruhan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan
kapasitas SDM, penyederhanaan prosedur operasional, serta pemanfaatan teknologi informasi yang lebih optimal dalam mendukung pelaksanaan pembayaran langsung. Dengan demikian, diharapkan sistem pembayaran langsung dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan mampu memberikan pelayanan prima bagi seluruh stakeholder di lingkungan Kementerian Pertanian.

References

Am’una, K. D. M., & Hertati, D. (2023). Kualitas Pelayanan Akta Kelahiran Bayi Menggunakan Klampid New Generation (Kng) Di Kelurahan Bulak Kota Surabaya. Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi, 13(1), 1–7. https://doi.org/10.33592/jiia.v13i01.3617

Artha, I. N. A. G. J., & Seminari, N. K. (2018). Peran Kepuasan Pelanggan Dalam Memediasi Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Loyalitas Pelanggan. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 8(1), 498. https://doi.org/10.24843/ejmunud.2019.v08.i01.p18

Moleong, L. J. (1989). Metodologi penelitian kualitatif. (No Title).

Murtini, A. A., & Puspaningtyas, A. (2023). Kualitas Pelayanan Puskesmas Terhadap Tingkat Kepuasan Masyarakat Di Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro. Cakrawala, 17(2), 253–265. https://doi.org/10.32781/cakrawala.v17i2.545

Sugiyono. (2020). Metodologi Penelitian Kualitatif. In Metodologi Penelitian Kualitatif. In Rake Sarasin (Issue March).

Downloads

Published

29-09-2026

Issue

Section

Articles