Evaluasi Kebijakan Program Geunaseh dalam Penurunan Angka Stunting pada Balita di Kota Sabang (Studi Kasus pada Puskesmas Sukajaya)

Authors

DOI:

https://doi.org/10.31334/7rakqx16

Keywords:

Evaluasi, Program Geunaseh, Stunting, Bantuan Langsung Tunai (BLT)

Abstract

Penelitian ini tentang Evaluasi Kebijakan Program Geunaseh Dalam Penurunan Angka Stunting Pada Balita di Kota Sabang (Studi Kasus Pada Puskesmas Sukajaya). Stunting adalah salah satu permasalahan gizi menjadi fokus dari Pemerintah Indonesia pada saat ini. Pemerintah Kota Sabang dan UNICEF memulai strategi penurunan stunting dengan Program Geunaseh yang memiliki arti “kasih” dalam bahasa Aceh. Geunaseh (Gerakan Anak Sehat) yang merupakan  kerjasama Pemerintah  Kota Sabang dengan UNICEF yang berfokus pada penanganan malnutrisi dan stunting yang bertujuan untuk meningkatkan cakupan nutrisi dan akses terhadap layanan kesehatan bagi seluruh anak di Kota Sabang yang berumur 0-6 tahun dan ibu menyusui. Program Geunaseh adalah salah satu program yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Sabang untuk mendukung upaya pemenuhan kebutuhan esensial anak usia 0-6 tahun, sesuai dengan Peraturan Walikota Sabang Nomor 21 Tahun 2019 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Pemenuhan Kebutuhan Esensial Anak Usia 0-6 Tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis evaluasi pelaksanaan Program Geunaseh dalam penurunan angka stunting pada balita di kota Sabang (studi kasus pada Puskesmas Sukajaya) dengan menggunakan analisis berdasarkan teori evaluasi William Dunn. Indikator dari teori evaluasi William Dunn, yaitu : (1) Efektivitas; (2) Efisiensi; (3) Kecukupan; (4) Perataan; (5) Responsivitas; (6) Ketepatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara dan observasi untuk menganalisis dan mengidentifikasi kebijakan Program Geunaseh dalam penurunan angka stunting pada balita di Kota Sabang (studi kasus pada Puskesmas Sukajaya). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Program Geunaseh di Kota Sabang, khususnya di Puskesmas Kecamatan Sukajaya telah menunjukkan hasil yang cukup positif dalam upaya penurunan angka stunting pada balita. Evaluasi menunjukkan bahwa program ini telah berhasil memberikan intervensi yang tepat dalam mengatasi masalah gizi pada balita, dengan distribusi Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang merata dan alokasi bahan pangan yang sesuai dengan kebutuhan gizi balita. Namun, Bantuan Langsung Tunai yang diberikan itu tidak selalu tepat waktu dan tepat sasaran. Selain itu tenaga kesehatan yang ada juga belum memahami mengenai permasalahan stunting yang ada. Hal tersebut harus segera diperbaiki untuk bisa menurunkan angka stunting pada balita di Kota Sabang, khususnya Puskesmas Sukajaya.

References

Arifin, K. M. R. Z. (2022). Evaluasi Kebijakan Program Pencegahan Stunting Di Wilayah Pamanukan (Studi Kasus Pada Puskesmas Pamanukan). The World of Public Administration Journal.

Arumsari, W., Supriyati, D., & Sima, P. (2022). Evaluasi Pelaksanaan Program Pencegahan Stunting di Era Pandemi Covid-19. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 10(2), 82-94.

Aryastami, N. K., & Tarigan, I. (2017). Kajian kebijakan dan penanggulangan masalah gizi stunting di Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan, 45(4), 233-240.

Ayu, R. A., & Sumartini, E. (2020). Studi Kasus Pada Bayi Stunting Usia 6-12 Bulan Di Desa Singaparna Wilayah Kerja Puskesmas Singaparna Tahun 2019. Jurnal Kesehatan Bidkemas, 11(2), 8-25.

Dermawan, A., Mahanim, M., & Siregar, N. (2022). Upaya percepatan penurunan stunting di kabupaten asahan. Jurnal Bangun Abdimas, 1(2), 98-104.

Dewi, Y. S. (2022). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penanggulangan Stunting (Gangguan Pertumbuhan Pada Anak) Melalui Program Bandung Tanginas Di Kecamatan Rancasari Kota Bandung (Doctoral dissertation, Universitas Komputer Indonesia).

Dunn, William N. (2018). Public Policy Analysis 6th Edition.

Dye, Thomas R. (2013) Understanding Public Policy 14th Edition.

Hardi, W. (2020). Collaborative Governance Dalam Perspektif Administrasi Publik.

Haskas, Y. (2020). Gambaran stunting di Indonesia: literatur review. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 15(2), 154-157.

Hendrayady, A., Arman, A., Satmoko, N. D., Afriansyah, A., Heriyanto, H., Sholeh, C., ... & Razak, M. R. R. (2022). Pengantar Ilmu Administrasi Publik.

Ilmi, B. (2023). Analysis Of Strategies For Reducing Stunting Rates In Southeast Aceh District In 2021. Jurnal Penelitian Progresif, 2(1), 1-16.

Kadir, A. (2020). Fenomena Kebijakan Publik dalam perspektif administrasi publik di Indonesia. CV. Dharma Persada.

Listiani, R., Pebriyanti, A., Fawwaz, M., & Istanti, N. D. (2022). Analisis Implementasi Kebijakan Program Jaminan Kesehatan Nasional: A Systematic Review. Jurnal Kesehatan Tambusai, 3(4), 645-652.

Malawat, S. H. (2022). Buku Ajar Pengantar Administrasi Publik.

Mamulaty, A., Rengifurwarin, Z. A., & Normawati, N. (2024). Analisis Implementasi Kebijakan

Saadah, N., & Kp, S. (2020). Modul deteksi dini pencegahan dan penanganan stunting. Scopindo Media Pustaka.

Septiawati, I., & Rahmiwati, A. (2018). Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boom Baru Palembang (Doctoral dissertation, Sriwijaya University).

Sibarani, E. F., Purnama, N. P., & Manesanulu, R. S. (2022). Proses Perumusan Kebijakan Kesehatan: Perumusan Masalah, Formulasi, Implementasi, Monitoring, Dan Evaluasi: Literature Review. Jarsi-Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia, 1(1), 43-50.

Supriyadi, E. I. (2021). Pergeseran Dalam Paradigma Ilmu Administrasi Publik. Jurnal Rasi, 3(1).

Susanto, E. (2021). Pembinaan Administrasi Pemerintahan Desa Oleh Camat Tebing Tinggi Dikabupaten Kepulauan Meranti (Doctoral dissertation, Universitas Islam Riau).

Unicef and Bappenas (2024), “Process Evaluation og the Child Grand Proggramme, Geunaseh, in Sabang Municipality, Aceh

Utami, P. (2023). Transformasi Administrasi Publik: Inovasi Dan Adaptasi Menuju Efisiensi Dan Pelayanan Publik Berkualitas. Papatung: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik, 6(2), 1-9.

Wibowo, A. A., & Kertati, I. (2022). Reformasi Birokrasi Dan Pelayanan Publik. Public Service and Governance Journal, 3(01), 01-12.

Widanti, Y. A. (2016). Prevalensi, faktor risiko, dan dampak stunting pada anak usia sekolah. JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi Dan Industri Pangan UNISRI), 1(1).

Yanti, N. N. K. (2022). Evaluasi Kebijakan WFH Terhadap Pelayanan Publik di Indonesia. Widyanata, 19(2), 67-75.

Zakirin, M., & Arifin, J. (2022). Evaluasi Kebijakan Dilihat Dari Aspek Dampak Program Keluarga Harapan (Pkh) Di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur. Japb, 5(1), 256-271.

Peraturan Perundang-Undangan

Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat.

Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi.

Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010 – 2014.

Peraturan Walikota Sabang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Pemenuhan Kebutuhan Esensial Anak Usia 0-6 Tahun.

Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Tahun 2005-2025.

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan.

Downloads

Published

30-03-2026

Issue

Section

Articles