Museum Retribution and Hybrid Organization: A Sustainable Funding Model for Cultural Heritage Preservation in Jakarta

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.31334/exw98013

Kata Kunci:

Museum Retribution; Hybrid Organization; Sustainable Funding; SSM;

Abstrak

Retribusi museum berperan penting sebagai sumber dana untuk menjaga dan merawat cagar budaya di Jakarta. Namun pada kenyataannya, pemasukan dari retribusi saat ini masih sangat terbatas dan juga belum mampu untuk memenuhi semua kebutuhan museum, seperti perawatan bangunan bersejarah, renovasi besar, hingga pengembangan program edukasi untuk pengunjung. Sampai saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih sangat bergantung pada retribusi untuk membiayai operasional museum. Karena itulah dibutuhkan model pendanaan tambahan yang lebih fleksibel, kreatif, dan berkelanjutan. Salah satu alternatif yang potensial adalah model Hybrid Organization, yaitu pendekatan yang memadukan misi pelestarian budaya dengan strategi pendanaan yang melibatkan lebih banyak pihak.Untuk memahami masalah ini secara lebih utuh, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Soft Systems Methodology (SSM). Melalui pendekatan ini, peneliti menggambarkan situasi dalam bentuk rich picture, kemudian memperdalam analisis melalui wawancara dengan pengelola museum dan pemahami lebih lanjut dokumen kebijakan. Penelitian ini membantu melihat permasalahan dari berbagai sudut pandang, mulai dari kendala birokrasi, keterbatasan anggaran, kebutuhan peningkatan layanan, hingga peluang kerja sama dengan pihak non-pemerintah. Dengan cara ini, kebutuhan akan sistem pendanaan museum yang lebih kuat dan berkelanjutan dapat terlihat dengan lebih jelas.

Referensi

Ackoff, R. L. (1971). Towards a system of systems concepts. Management Science, 17(11), 661–671. https://doi.org/10.1287/mnsc.17.11.661

Checkland, P. (1981). Systems thinking, systems practice. John Wiley & Sons.

Checkland, P., & Scholes, J. (1990). Soft systems methodology in action. John Wiley & Sons.

Checkland, P., & Poulter, J. (2006). Learning for action: A short definitive account of soft systems methodology and its use for practitioners, teachers and students. John Wiley & Sons.

Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. (2022). Laporan kinerja museum di wilayah DKI Jakarta tahun 2022. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Flick, U. (2018). An introduction to qualitative research (6th ed.). Sage Publications.

Gibson, C., & Kong, L. (2005). Cultural economy: A critical review. Progress in Human Geography, 29(5), 541–561. https://doi.org/10.1191/0309132505ph567oa

Hood, C. (1991). A public management for all seasons? Public Administration, 69(1), 3–19. https://doi.org/10.1111/j.1467-9299.1991.tb00779.x

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2018). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). Sage Publications.

Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2021 tentang Retribusi Daerah.

Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 10 Tahun 2023 tentang Pembentukan BUMD Jakarta Experience Board.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

UNESCO. (2015). Recommendation concerning the protection and promotion of museums and collections, their diversity and their role in society. UNESCO.

Yuliana, I., & Prasetyo, A. (2021). Kolaborasi pemerintah dan BUMD dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan di Jakarta. Jurnal Administrasi Publik Indonesia, 7(2), 115–128. https://doi.org/10.25077/japi.7.2.115-128.2021

Diterbitkan

2026-06-30

Terbitan

Bagian

Articles