Strategi Komunikasi Pemberdayaan Petani Desa dalam Perspektif Komunikasi Pembangunan (Studi Kasus PT CITRA MANCANEGARA Pada Kelompok  Petani di Desa Pasir Biru Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi Jawa Barat)

Empowerment Communication Strategy for Village Farmers from The Perspective Of Development Communication (Case Study of PT CITRA MANCANEGARA with Farmer Groups in Pasir Biru Village, Cisolok District, Sukabumi Regency, West Java)

Penulis

  • Tutty Rozanna Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI, Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.31334/trem2t75

Kata Kunci:

Strategi Komunikasi; Komunikasi Pembangunan; Pemberdayaan Petani; Daun Ketapang; Ekspor;

Abstrak

Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi pembangunan yang diterapkan PT Citra Mancanegara dalam memberdayakan petani melalui pemanfaatan daun ketapang sebagai komoditas ekspor bernilai ekonomi di Desa Pasir Biru, Sukabumi. Studi menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami secara mendalam proses komunikasi dan dampak program pemberdayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan program didukung oleh strategi komunikasi yang mengedepankan pendekatan interpersonal, penggunaan bahasa lokal, serta partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan. Proses komunikasi pembangunan dilaksanakan secara sistematis melalui tahap perkenalan, pembelajaran, pelatihan, pendampingan, pengawasan, dan evaluasi. Pemanfaatan media digital, khususnya WhatsApp, turut memperkuat koordinasi dan penyebaran informasi antara perusahaan dan kelompok petani. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, partisipasi, dan pendapatan masyarakat melalui pengolahan daun ketapang yang sebelumnya belum memiliki nilai ekonomi yang optimal. Faktor pendukung utama meliputi tingginya motivasi masyarakat, ketersediaan sumber daya alam, dan peluang pasar ekspor yang luas. Sementara itu, keterbatasan fasilitas produksi, ketergantungan terhadap kondisi cuaca, serta proses produksi yang masih manual menjadi tantangan yang perlu diatasi. Penelitian menegaskan bahwa komunikasi yang partisipatif, dialogis, dan berkelanjutan merupakan kunci keberhasilan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Abstract

This study examines the development communication strategy implemented by PT Citra Mancanegara in empowering farmers through the utilization of Ketapang (Terminalia catappa) leaves as a high-value export commodity in Pasir Biru Village, Sukabumi. Employing a qualitative case study approach, the research explores the communication processes and impacts of the empowerment program. The findings reveal that the program's success is largely driven by interpersonal communication, the use of local language, and a participatory approach that actively involves community members throughout all stages of implementation. The development communication process is systematically conducted through introduction, learning, training, mentoring, monitoring, and evaluation phases. In addition, digital platforms, particularly WhatsApp, serve as effective tools for coordination and information dissemination. The program has significantly enhanced community knowledge, skills, participation, and income by transforming Ketapang leaves from an underutilized natural resource into an economically valuable export product. Key supporting factors include strong community motivation, abundant natural resources, and promising export market opportunities. However, challenges remain in the form of limited production facilities, weather dependency, and predominantly manual processing methods. The study concludes that participatory, dialogic, and sustainable communication plays a crucial role in achieving successful community empowerment while promoting the economic utilization of previously overlooked local resources.

 

Referensi

Aftah, M. C., & Wahyuni, A. (2019). Strategi komunikasi pemasaran terpadu dalam mempromosikan bandara internasional. Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(4), 37–49.

Alhadharah. (2016). Strategi komunikasi dalam pembangunan. Jurnal Komunikasi, 15(29), 45–53.

Aminah, S. (2016). The application of participatory communication in the implementation of small farmers empowerment program. Jurnal Bina Praja.

Chirwa, M., & Boikanyo, D. H. (2022). The role of effective communication in successful strategy implementation. Acta Commercii, 22(1), 1-13.

Dwi Astuti, Y., Putri Delima, F., & Chrisdina, C. (2025). Komunikasi Partisipatif dalam Pemberdayaan Masyarakat Oleh PT. Saka Energi Muriah Limited Melalui Program Urban Farming di Kelurahan

Tambakredjo. Jurnal Sosial Teknologi, 5(1), 41–

55.https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v5i1.31912

Everett M. Rogers. (1976). Communication and development: Critical perspectives. Sage Publications.

Everett M. Rogers. (2000). Diffusion of innovations (4th ed.). Free Press.

Ilham, Martadona, Alvindo, & Nupus, H. (2023). Strategi komunikasi dan kinerja penyuluhan pertanian lapangan di Kabupaten Pasaman. Jurnal, 11(2).

Inayah, I., Gadzali, S. S., Ruchendi, H., Natika, L., & Aulia, S. (2024). Strategi Komunikasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Budidaya Tanaman Hidroponik Kecamatan Pusakanagara. Jurnal Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Administrasi.

Irfan, M., Setiansah, M., & Sutikna, N. (2022). Komunikasi Pembangunan Ibu Kota Nusantara (Ikn) Dan Isu Lingkungan Dalam Perspektif Etis Pembangunan. Jurnal Ranah Komunikasi (JRK), 6(2), 90-98.

John W. Creswell. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Kustiawan, W., Fauzizah, N. A., Sinaga, H. A. B., Oktavia, I., Hafizah, F., Shaliha, F., & Habib, F. (2023). Konsep Komunikasi Partisipatif dalam Komunikasi Pembangunan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(2), 4082-4086.

Mafuziyah, D., & Muyasaroh, S. (2024). Pola komunikasi pada kelompok petani dalam meningkatkan produktivitas panen di Agrowisata Tegalan Poh Desa Wonokerto Kabupaten Pasuruan. Communicator Sphere, 4(2), 74–89.

Maulida, R. (2023). Strategi Komunikasi Krisis Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh melalui Media Sosial. Jurnal Riset Komunikasi (JURKOM), 6(1), 109-122.

Nora C. Quebral. (1973). What do we mean by “development communication”? International Development Review, 15(2), 25–28.

Purwanto, E., Farisal, U., Shahreza, M., Rahmah, A., & Isbandi, F. S. (2025). Model Komunikasi Pembangunan dalam Penguatan Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Pedesaan. Interaction Communication Studies Journal, 2(1), 16-16.

Rery, S., Mustofa, H., Ahmad, B., & Nahria. (2024). Strategi komunikasi partisipatif pemerintahan desa dalam pemberdayaan masyarakat. Jurnal Komunikatio, 10(2).

Sari, W. P., & Soegiarto, A. (2021). Strategi Komunikasi Humas Pemerintah Daerah Dalam Mengimplementasikan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar . Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(2), 188–205. https://doi.org/10.21009/COMMUNICOLOGY.022.03

Sekartawi. (1991). Agribisnis: Teori dan aplikasinya. RajaGrafindo Persada.

Stefani Nurul Husna, & Eceh Trisna Ayuh. (2025). Studi Tentang Strategi Komunikasi Publik Kominfo Kota Bengkulu dalam Mendorong Literasi di Masa Transformasi Digital . Federalisme: Jurnal Kajian Hukum Dan Ilmu Komunikasi, 2(3), 208–217.

https://doi.org/10.62383/federalisme.v2i3.1074

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Wang, X., & Huang, X. (2025). Strategic participatory communication and development: Engagement and empowerment.

Wilbur Schramm. (1964). Mass media and national development: The role of information in the developing countries. Stanford University Press.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.

Zulkarnain Nasution. (1996). Komunikasi pembangunan: Pengenalan teori dan penerapannya. PT Raja Grafindo Persada.

Diterbitkan

2026-06-30

Terbitan

Bagian

Articles